Omiyago Biji Kopi King Mandheling 100 gr

Rp. 90,000
Availabilty :
No Produk
Info Produk
100% Produk Indonesia
Berat 0.10gr | Baru | Tersedia (41)
Jumlah

100 gr

Bahan Dasar

100% Biji Kopi Arabika King Mandheling

Kopi King Mandheling Omiyago

Kini Kopi King Mandheling hadir sebagai salah satu varian produk kopi Omiyago. Kopi ini terbuat dari 100% kopi arabika yang ditanam di dataran tinggi Mandheling atau Mandailing di daerah Karo, Sumatera Utara. Biji kopi kualitas premium yang dipilih secara manual dan melalui proses pengeringan secara alami tanpa paparan terik sinar matahari secara langsung karena semua proses dilakukan di daerah pegunungan yang berhawa sejuk dan teduh sehingga kualitas kopi terjaga.

Kopi King Mandheling Omiyago mempunyai karakter after taste yang spicy dan tahan lama hingga 2-3 menit setelah anda menyeruputnya, mempunyai kadar keasaman yang wajar sehingga cocok bagi para pecinta kopi pemula. Dan hadir dalam dua bentuk yaitu bubuk siap seduh dan biji yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan selera Anda.

Dengan membeli produk Omiyago ini, berarti Anda telah membantu pertumbuhan ekonomi keluarga UKM yang menjadi mitra Omiyago.

Keistimewaan Kopi Mandailing sebagai kopi khas Nusantara yang cukup populer di mancanegara adalah cita rasanya yang kuat dan memiliki tingkat acidity atau keasaman medium. Cita rasa unik ini didapat dari proses penggilingan biji kopinya yang menggunakan teknik semi wash atau dikenal juga sebagai teknik giling basah. Kopi Mandailing dengan cita rasa mendunia ini merupakan jenis kopi arabika yang telah dikenal sejak abad ke-18. Nama Mandailing sendiri diambil dari nama daerah di Sumatera Utara.

Sejarah Kopi Mandailing juga telah ada sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia. Saat itu pada tahun 1833, Kerajaan Hindia-Belanda mulai memasuki daerah Mandailing dan membawa bibit kopi dari Tanah Jawa. Hingga akhirnya dilakukan proses pembibitan dilakukan di kawasan Mandailing Natal. Sistem tanam paksa saat era penjajahan kolonial yang terjadi saat itu berhasil menyebarkan bibit kopi ke beberapa daerah di Mandailing di antaranya Pakantan, Mandailing Natal, dan Angola. Adapun perkebunan kopinya terletak di sebagian pegunungan Bukit Barisan.

Para ahli kopi menyebutkan Kopi Mandailing yang berkualitas harus ditanam di ketinggian 1200 mdpl. Selain itu keistimewaan Kopi Mandailing dengan proses penggilingan biji kopi giling basah atau semi wash yang membuat cita rasanya kuat ini juga unik dan berbeda dari kopi dari daerah lain di Indonesia maupun dari negara lain. Kopi Mandailing dikuliti terlebih dahulu, kemudian difermentasi, dikeringkan, dikupas, dan dikeringkan lagi. Proses penggilingan ini tak boleh dilewatkan satu langkah pun, karena akan mempengaruhi dan mengubah rasa Kopi Mandailing. Namun memang pada dasarnya kopi-kopi di daerah Sumatera menggunakan proses semi-wash atau dikenal dengan giling basah.

Selain itu keistimewaan Kopi Mandailing yang mempengaruhi cita rasa kopinya juga didapat dari proses persiapan mulai dari proses tanam, penggantian bibit, sampai teknik perawatan pohon kopi yang kadang tidak konsisten. Karena itu kebun Kopi Mandailing memang memerlukan perawatan khusus sehingga hasil biji kopinya menjadi istimewa. Tak heran bila Kopi Mandailing menjadi komoditi kopi yang banyak diekspor. Saat ini setidaknya ada 3 negara konsumen tetap Kopi Mandailing yaitu Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan.

× Info! Memproses.....